Jumat, 05 Desember 2008

Seorang Anak di Pekuburan

Anak kecil itu tampak menikmati apa yang sedang dipegangnya. Tanah basah di pekuburan itu bagaikan adonan roti di tangannya. Tidak tampak perasaan jijik saat seekor cacing tanah keluar dari "tanah" adonan rotinya.
Anak itu memang tidak berbeda dari anak sebaya nya, hanya saat itu ia berada di mana yang membedakan dengan anak sebanyanya. Saat anak sebaya nya sedang asyik bermain ayunan di sekolah play group, ia asyik bermain lompat lompat an di setiap nisan.
Kakinya yang kecil selalu berlari mengikuti ke mana ibunya pergi. Dengan sigap ia selalu ingin membantu ibunya. Setiap ibunya mendapat order an dari para pelayat yang minta dibersihkan makam keluarganya, anak itu juga ikut mencabut rumput liar di sekitar makam seperti yang ibunya lakukan.
Mencabut rumput liar sekitar makam, menyapu daun daun kering, mengumpulkan bunga kamboja yang berjatuhan dan menyiram tanah makam adalah pekerjaan sehari hari ibunya.
Anak kecil itu tidak pernah mengerti kenapa setiap orang yang datang menangis dan berdoa. Kalaupun ia mengerti, ia tidak akan ambil pusing. Karena yang ia hanya tahu dan ia pedulikan adalah bahwa pekuburan itu adalah tempat bermainnya dan..... pekuburan itu adalah sekolahnya.....

Tidak ada komentar: