Tampilkan postingan dengan label pengobatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pengobatan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 Desember 2008

Ganti nama Anak?

Pasti sudah sering dengar kan mengenai ganti nama anak untuk menghindari sakit? Ada banyak kepercayaan dan tradisi yang meyakini bahwa jika seorang anak terus menderita sakit sejak bayi mungkin disebabkan karena nama yang disandangnya terlalu berat.
Dulu saya punya teman yang mempunyai anak berusia sekitar 3 tahun an, tapi sering sekali masuk rumah sakit karena berbagai macam penyakit, mulai dari diare, panas, dan batuk parah. Atas usul dari kerabatnya, anak tersebut diganti namanya karena nama sebelumnya mengandung unsur "kebesaran/keagungan/derajad yang sangat tinggi" Setelah diganti nama memang anak tersebut lebih jarang sakit.
Tapi ternyata ini tidak berlaku untuk semua anak karena saya dulu juga punya kenalan yang anaknya langganan rumah sakit karena panas dan kejang berulang, setelah diganti nama dengan yang lebih sederhana, anaknya tetap menjadi langganan rumah sakit.
Antara kepercayaan dengan rasio memang kadang bertolak belakang, tinggal bagaimana kita menyikapinya.
Memang banyak hal hal yang tidak dapat di nalar dengan otak manusia tapi bukan berarti semua hal tidak bisa dipikir dengan rasio. Bukan berarti setelah kita mengalami satu hal yang "irasional" maka seluruh kehidupan kita akan menjadi "irasional" juga, sehingga setiap kejadian yang menimpa kita selalu dihubungkan dengan suatu yang misteri.

Kamis, 30 Oktober 2008

Pindah pindah pengobatan

Pindah pindah pengobatan dalam waktu yang singkat hanya akan memperburuk keadaan. Memang ada yang pernah berhasil dengan cara seperti ini karena secara tidak sengaja bertemu dengan dokter atau pengobat alternatif yang dirasa cocok kemudian langsung hamil.
Tapi sebenarnya kejadian seperti itu belum tentu juga terjadi pada kita, karena kita tidak pernah tahu kapan akan diberi kehamilan.
Jadi daripada kita cemas dan terus berpindah pindah dokter dalam waktu yang singkat karena tidak berhasil dalam waktu 2 -3 bulan pengobatan, lebih baik kita bersabar dan terus berdoa.

Rabu, 29 Oktober 2008

Jangan pernah ditanyakan

Beberapa bulan lalu saat saya sedang menunggu antrian di dokter spesialis kandungan untuk kontrol rutin, saya bertemu dengan seorang ibu yang baru saja mengalami keguguran anak ke empat. Di situ ia bercerita, dulu sewaktu menunggu kehamilan pertamanya dia harus menunggu lama sekitar 5 tahun, tapi setelah anak pertamanya lahir, anak kedua dan ketiga hadir begitu saja tanpa ia minta dan rencanakan, sampai akhirnya ia mengalami keguguran saat hamil anak ke empatnya ini.
Pesan yang ia tinggalkan saat itu untuk saya, bahwa saya harus bersabar dan berserah dan yang paling penting menurut dia adalah bantuan dari seluruh keluarga dan saudara untuk tidak pernah menanyakan kapan ia akan hamil.
Benarkah? setelah saya pikir yang dia sampaikan ada benarnya juga, dengan orang orang terus menanyakan kita akan menjadi semakin cemas dan akan membuat kita tidak bisa berserah.