Senin, 08 Desember 2008

Aku Ingin Hidup

Mama...teman temanku selalu bertanya, kenapa jari jari tangan dan kaki ku hanya 15 sedangkan mereka mempunyai 20?
Mama...teman temanku selalu bertanya, kenapa papa tidak pernah mengantarku sekolah?
Mama...teman temanku selalu bertanya, kenapa aku tidak pernah merayakan pesta ulang tahun?
Mama...teman temanku selalu bertanya, kenapa mama selalu berdandan seronok saat menjemputku sekolah?
Mama...teman temanku selalu bertanya, kenapa mama selalu menghindari pertanyaan apa pekerjaan mama saat mama mama mereka bertanya?

Mama...apakah benar aku tidak kau inginkan untuk ada di dunia ini?
Mama..apakah benar kau pernah mencoba menghancurkanku?

Mama...tidak ada yang pernah bercerita kepadaku, tapi, aku mendengarnya sendiri saat aku masih di dalam kandunganmu.
Mama...di malam itu saat jari jari tangan dan kakiku sedang dalam proses pembentukan, aku mendengar kau bertengkar dengan seorang laki laki.
Mama..aku merasa sakit pada waktu itu saat kau memasukkan pil itu ke lambungmu dan pil itu memakan jari jariku sehingga tidak dapat terbentuk sempurna.
Mama...aku menjerit pada waktu itu, saat kau berloncat loncat dan meremas remas kandunganmu, tempatku tidur.
Mama..aku ingin menghentikanmu tapi kau tak bisa dan tak mau mendengarku.
Tapi mama...aku tetap berterimakasih sekali padamu karena pada akhirnya aku kau ijinkan tinggal di rahimmu selama 9 bulan lebih. Aku berterimakasih sekali karena kau mau mendengar rintihanku saat itu : ".......aku ingin hidup mama...aku ingin hidup mama.....jangan hancurkan aku."

Tidak ada komentar: