Minggu, 01 Februari 2009

Berkah Hujan

Hujan di beberapa kota di Indonesia selama ini menjadi momok yang menyeramkan. Karena sudah terbayang akan banjir dan jalanan yang penuh dengan genangan air. Tak bisa dibayangkan lagi bagi para korban banjir. Mungkin ini sudah meninggalkan memori trauma tersendiri.
Tetapi, ternyata di balik memori trauma, terdapat juga suatu berkah tersembunyi bagi anak anak. Mungkin dalam hal ini tidak termasuk anak anak kota yang jarang berhujan hujan an. Berkah hanya dirasakan buat anak anak yang senang bermain dengan air hujan.
Banjir, terlihat bagaikan kolam renang luas yang bisa digunakan untuk berenang bersama teman teman. Saat orang tua, mengkerutkan dahi bagaimana cara dan harus dimulai darimana untuk membersihkan genangan air yang masuk ke dalam rumah, anak anak mereka justru tertawa tawa kegirangan bisa bermain air.
Bagi mereka, hujan, banjir dan genangan air adalah berkah. Berkah di mana mereka bisa mendapat kan fasilitas bermain air gratis, dan berkah juga buat anak anak yang menyambi menjadi ojek payung.
Saat musim hujan tiba, sudah terbayang tambahan penghasilan yang akan mereka peroleh. Dengan hanya ber modal sebuah payung, mereka akan mendapatkan uang.
Jadi pada akhirnya, bagaimana kita memandang suatu peristiwa adalah kunci dalam menentukan apakah itu suatu berkah atau kah musibah. ( elizatri )

Tidak ada komentar: